Klungkung, Bali 25 Maret 2025– Warga Banjar Sala, Desa Aan, membuat Ogoh-Ogoh bertemakan "KALA SUNGSANG". Menurut I Nyoman Kariasa alias Pak Dira pemilik Sanggar Seni Dhira Pradiva mengatakan, Ogoh-Ogoh dari STT Werdhi Guna ini menggambarkan simbolisme perjuangan melawan sifat raksasa atau Kala yang menggoda manusia. "KALA SUNGSANG" dikonstruksi tidak hanya untuk menampilkan sisi menakutkan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk merenungkan transformasi dari kekacauan menuju kedamaian.
Karya seni ini menunjukkan perjalanan spiritual, di mana raksasa yang awalnya menakutkan dapat bertransformasi menjadi Dewa setelah diimbangi dengan ritual sesajen. "Setelah mengaturkan upakara untuk Butha Kala, kami berharap dunia dapat mencapai ketenteraman," jelas Kariasa. Melalui makna tersebut, diharapkan masyarakat selalu ingat untuk menenangkan elemen yang menggoda kehidupan, bukan hanya menggoda atau merusak, melainkan hidup berdampingan dengan harmoni.
Lebih dari sekadar ritual, Ogoh-Ogoh ini menjadi wadah untuk merayakan kreativitas seni dan budaya. "Kami percaya bahwa filsafat kehidupan yang penuh makna akan selalu tumbuh seiring perkembangan peradaban," tutup Nyoman Kariasa dengan penuh semangat. Kegiatan ini bukan hanya mewakili seni visual, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya yang ada di Bali. (Red Witanto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar